Advan Barca Hifi M6: Android Octa Core Di Bawah 2 Juta

Standard

Advan menggebrak! Lewat produk anyarnya; Barca Hifi M6, Advan mewujudkan keinginan akan hadirnya smartphone kelas premium dengan harga terjangkau. Apa saja kelebihan yang dimiliki Advan Barca Hifi M6? Berikut ulasannya.

Advan Barca Hifi M6 tampil dengan desain candy bar dan material casing yang memberikan kesan mewah. Dimensi yang tipis, tidak terlalu kecil atau terlalu besar membuat smartphone yang dibanderol tak lebih dari 2 jutaan ini terasa nyaman dalam genggaman.

Fitur unggulan Advan Barca Hifi M6 ada pada perangkat audio yang mengusung teknologi audio Hifi. Hifi adalah teknologi audio yang dapat menghasilkan suara jernih dan kuat. Sangat berani, karena teknologi Hifi biasanya hanya ada pada perangkat-perangkat elektronik kelas atas. 

Untuk menjalankan OS Android v4.4 Kitkat yang digunakannya, Advan Barca Hifi M6 dibekali chipset Mediatek MT 6592 dengan prosesor ARM Cortex A-7 Octa Core 1.3 GHz. Mendukung kinerja prosesor, ditanamkan memory RAM sebesar 2 GB. Multitasking pun jadi lebih responsif.


Kualitas grafis pada Advan Barca Hifi M6 benar-benar memanjakan mata. Resolusi HD 720 x 1280 pixels dengan kerapatan hingga ~267 ppi yang dikelola oleh grafis Mali 450MP4, disajikan dalam bentang layar LCD Capatitive 5 inci berteknologi IPS Display 16 juta warna.

Dengan teknologi grafis seperti itu, dijamin kualitas gambar yang dihasilkan akan sangat memukau dan jernih sekalipun dilihat dari sudut yang sulit. Anda pun tentunya akan semakin betah menikmati sajian video atau bermain game dengan smartphone ini.

Belum cukup? Tenang, ini belum selesai. Advan tidak main-main dalam mengeluarkan produknya. Advan Barca Hifi M6 telah dibekali memory internal seluas 16 GB yang pastinya lebih dari cukup untuk menginstall banyak aplikasi atau game-game HD. Jika dirasa kurang, masih bisa ditambah dengan memory eksternal hingga 64 GB.

Pada sektor fotografi, Advan Barca Hifi M6 memiliki dua kamera dengan resolusi 5 MP untuk kamera depan dan 8 MP untuk kamera belakang. Kamera depan memiliki bukaan lensa F/2.2 dengan sudut hingga 79 derajat, pencahayaan yang minim pun tidak jadi masalah.


Tak sampai disitu, smartphone spesial ini juga telah memiliki fitur USB OTG untuk menunjang aksebilitasnya via perangkat USB. Untuk sumber energi, Advan Barca Hifi M6 menggunakan baterai Li-Ion berkapasitas 2300mAh yang tentunya lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari.

Sekarang anda tak perlu lagi bermimpi memiliki smartphone kualitas premium dengan harga bersahabat, karena Advan Barca Hifi M6 jelas bukan pilihan yang sulit.

Demikianlah ulasan Advan Barca Hifi M6 dari saya. 

Tips Jika Gagal Seleksi Perguruan Tinggi

Standard
Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah harapan banyak lulusan SMA sederajat, tapi untuk bisa melanjutkan, kamu harus mengikuti seleksi terlebih dahulu. Bisa dibilang, yang lulus pada seleksi nasional mungkin kurang dari separuh peserta, jika sudah demikian gimana?

Jangan berkecil hati, selain masih ada kesempatan ditahun berikutnya, ada banyak opsi yang dapat dipilih orang muda seperti kamu. Berikut tips dari saya jika gagal seleksi masuk perguruan tinggi:

1. Ikut Seleksi di Tempat Lain
Biasanya setelah seleksi nasional, beberapa perguruan tinggi baik swasta maupun yang berada di bawah lembaga atau departemen tertentu juga mengadakan seleksi mahasiswa. Kamu bisa ikut seleksi ini jika program studi yang kamu ambil punya reputasi bagus di perguruan tinggi tersebut.

2. Ikut Program Pelatihan / Kursus
Dari pada nganggur, lebih baik kamu ikut pelatihan, kursus, training atau sejenis yang diadakan oleh beberapa lembaga atau departemen. Dengan ikut pelatihan, kamu mendapatkan keterampilan yang diakui lewat sebuah sertifikat dan akan berguna bagi kamu dimasa yang akan datang.

3. Bekerja Paruh Waktu atau Penuh
Bagi kamu yang ingin coba mandiri dan lepas dari tanggungan orang tua (minimal uang jajan) bisa mengambil langkah mulia ini. Kesampingkan dulu gengsi pekerjaannya, yang penting adalah pengalaman yang kamu dapat, bukan tidak mungkin justru membuka jalan karir yang lebih baik.

4. Menjadi Enterpreneur / Membuka Usaha
Tidak sedikit lulusan sekolah yang sukses setelah membuka usaha sendiri. Terlepas dari persoalan modal, ada banyak jenis usaha yang bisa dilakukan saat gaya hidup masyarakat makin dinamis seperti sekarang. Terpenting tentunya kamu harus jeli melihat peluang usaha yang bagus.

Nah, ternyata gagal seleksi perguruan tinggi gak berarti kiamat kan? Masih banyak pilihan buat kamu, yang mana setiap pilihan tersebut pastinya lebih bermanfaat ketimbang tidak melakukan apa-apa dan hanya menunggu seleksi tahun selanjutnya. 

Salam sukses!

Permainan Masa Kecil (Bag. 2): En

Standard

Sebelumnya saya bercerita tentang permainan petak umpet bernama Cik Mancik, kali ini saya akan menceritakan permainan masa kecil lainnya; En. Simple kali ya namanya? Hahahaha. Untuk permainan ini saya tidak tau penamaannya di daerah lain, intinya ini permainan kerjar-kejaran.

Main En biasanya dilakukan siang hari, seperti diwaktu istirahat sekolah. Jadi sedikit banyak perbedaan bocah sekarang dengan jaman 90an adalah, kami dulu sehabis main pasti pada wangi semua, hahahaa. Jangan bandingkan dengan bocah sekarang yang udah make lotion, roll on atau parfum.

Aturan Main
Main En memiliki aturan main yang sederhana. Satu pemain yang kalah hompimpah harus mengejar dan menyentuh badan teman-temannya yang lain. Si pengejar ini biasanya kami sebut dengan "yang jadi". Lalu yang lain tugasnya apa? Ya, lari. Hehehe...

Biasanya area permainan dibatasi agar yang mengejar tidak terlalu capek. Contoh: pekarangan sekolah. Dengan dibatasi, permainan jadi semakin seru, apalagi pemainnya banyak. Berbeda jika area permainan terlalu luas, pemain malah banyak yang sembunyi.

Setiap pemain yang dikejar saat terpojok bisa menyelamatkan diri dengan mengacungkan jempol sambil mengatakan "En!". Pemain yang dalam keadaan En harus mematung pada posisinya dan baru boleh berlari jika disentuh (diselamatkan) pemain lain yang masih aktif.

Setiap pemain yang berhasil disentuh si pengejar sebelum sempat melakukan En, otomatis jadi pengejar yang baru, tapi dalam perkembangannya ada modifikasi dimana yang kena sentuh akan jadi pengejar kedua dan begitu seterusnya sampai habis, sampai capek.

Jika semua pemain sudah dalam posisi En (tidak ada lagi pemain yang dikejar dan yang bisa menyelamatkan), maka semuanya (kecuali si pengejar) harus hompimpah lagi untuk menentukan siapa yang jadi pengejar selanjutnya.


Keseruan
Keseruan permainan ini tentu pada kejar-kejarannya. Di antara teman-teman, ada yang larinya cepat dan ada pula yang lambat. Kalau teman yang mengejar larinya dikenal cepat, yang lain udah jiper duluan. Sebaliknya, kalau yang mengejar larinya lambat, bakal di bully.

Beberapa pengalaman main En yang buat saya berkesan (sebenarnya ada banyak, tapi saya tidak ingat semuanya) contohnya jatuh. Waktu kecil dulu hampir semua celana panjang saya sobek di bagian lutut Hahaha!! Untung jaman itu sedang trend. Lutut lecet? Udah biasa.

Pengalaman lain, saat ada teman yang di bully habis-habis karena larinya siput. Frustasi, dia pun langsung nangis sejadi-jadinya. Huahahaha! Selain itu, kecurangan-kecurangan khas anak kecil. Yang mengejar sudah nyentuh, tapi yang dikejar ngotot En duluan, kadang sampai berantem.

Meski lelah, payah, kalah dan marah, tapi kami dulu tetap bisa ceria, tertawa bersama. Bahagia menjalani hari, dengan banyak pilihan tanpa harus dibatasi oleh status, harta, kasta dan prasangka. Kami yang anak-anak, jelas tak pernah peduli dengan semua omong kosong itu.

Kami tak menilai teman dari baju siapa yang paling rapih, kulit siapa yang paling putih, rupa siapa yang paling bersih. Bagi kami, jika kamu mau bermain bersama kami, kamu adalah teman kami.

Credit to all my childhood friends.

Permainan Masa Kecil (Bag. 1): Cik Mancik

Standard

Kali ini saya akan bercerita tentang salah satu permainan dimasa kecil dulu. Tumbuh di era 90an, jangan bayangkan saya dan teman-teman seperti bocah sekarang yang sudah nenteng gadget atau ke warnet. Anak-anak di era 90an sangat akrab dengan lapangan dan lingkungan mereka untuk mengisi waktu bermain.

Salah satu permainan yang biasa saya mainkan dengan teman-teman dulu bernama "cik mancik" atau lebih umum dikenal dengan petak umpet. Dari segi nama, sebenarnya sangat absurd, sebab "cik mancik" sendiri berarti cik (kotoran) dan mancik (tikus). Entah siapa pencetus nama ini.

Aturan Main
Peraturan permainannya sederhana, seperti petak umpet yang sudah kita kenal. Satu pemain yang menjadi "pencari" bertugas mencari teman-temannya yang bersembunyi. Untuk menentukan siapa yang jadi pencari dilakukan lewat hompimpah. Sudah tau kan caranya hompimpah? "Hompimpah alaium gambreng!".

Selanjutnya si pencari (kami menyebutnya 'yang jadi' kalau daerah lain biasanya 'yang jaga') menghitung kelipatan 10 sambil menutup matanya pada sebuah tiang, pondasi pagar, pohon, sementara yang lain segera mencari tempat persembunyian masing-masing. 

Untuk menentukan kelipatan hitungan, dilakukan dengan menyentuh kepala belakang 'yang jadi' tadi dengan satu jari salah seorang teman, lalu ia diminta menebak jari yang mana. Satu kesalahan bernilai 10. 

Pohon atau tiang tadi merupakan bookmark permainan. Jika 'yang jadi' menemukan temannya, tugasnya tidak selesai begitu saja, ia masih harus kembali ke bookmark dan menyentuhnya sambil menyebutkan nama teman tersebut. Jadi bakal ada adegan kejar-kejaran disini. Seru!

Bagi pemain lain yang berhasil menyentuh bookmark duluan sekalipun ia ketahuan (tapi menang kejar-kejaran), maka posisinya aman pada putaran berikutnya. Jika yang tertangkap lebih dari dua, maka 'yang jadi' ditentukan dengan hompimpah, jika hanya dua ditentukan dengan suit, jika satu otomatis dia langsung jadi pencari selanjutnya.


Keseruan
Nah, kenangan akan serunya permainan ini jelas sesuatu yang tak terlupakan. Teknik kamuflase kami dulu kalau diingat lucu-lucu. Memanjat atap, pohon, tiang, masuk selokan, jadi batu, jadi ninja, jadi jemuran, jadi ban serap atau jadi rumput yang bergoyang. Hahahaha!! 

Kadang untuk sembunyi kami harus masuk ke teras rumah orang diam-diam, jika beruntung, kami ketahuan yang sama punya rumah lalu diusir dan tertangkap sama 'yang jadi'. Tapi seingat saya, jarang sekali kami diusir. Rasanya, orang dulu baik-baik semua.

Keseruan lainnya adalah adegan kejar-kejaran antara yang jadi dengan yang sembunyi. Kadang, jika yang jadi ini dikenal lambat, yang lain tidak perlu repot sembunyi, cukup tunggu di tempat persembunyian. Esensi permainan pun berubah dari sembunyi dan cari, jadi sembunyi dan lari.

Ada banyak sekali kelucuan lain yang kalau diingat membuat saya senyum-senyum sendiri, contohnya saat saya sembunyi pada sebatang pohon kecil, tapi tidak kelihatan sama teman saya yang jadi atau seorang teman yang sempat-sempatnya pulang untuk makan.

Terlalu banyak, terlalu banyak hal seru yang bisa saya jabarkan disini. Semoga teman-teman saya dulu juga masih mengingatnya. Dimana pun kalian kini, saya cuma bilang "masa kecil kita bahagia, kawan".

Credit to all my childhood friends.

Popularitas Personel Band Berdasarkan Instrumen Musiknya

Standard
Semakin terkenal sebuah band semakin populer pula personelnya, tapi kepopuleran bagi masing-masing personel tidaklah sama. Adakalanya seorang personel jauh lebih menonjol dalam band ketimbang personel lain. Menariknya, ada semacam fenomena dimana kepopuleran tersebut juga berkaitan dengan peran atau instrumen yang sang personel di band.

Rickorockers

Berikut urutan sekaligus ulasannya:

1. Vocalis
Tidak diragukan lagi jika vokalis adalah personel yang cenderung akan lebih populer dari personel lain. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari peran dan posisinya yang selalu berada di barisan paling depan, apalagi jika vokalis tersebut memiliki kualitas vokal plus ditunjang wajah nan rupawan. Bisa dibilang sosok sang vokalis adalah wajah dari seluruh band itu sendiri.

2. Guitarist
Gitar adalah pusat dari seluruh instrumen musik dalam band modern. Tak heran jika gitaris menjadi yang terpopuler kedua setelah sang biduan. Bagaimana jika band memiliki 2 gitaris? Biasanya leader alias gitaris lead akan lebih populer dari gitaris ritme (rhytm). Alasannya sederhana, karena porsi atau skill gitaris lead lebih banyak dan menonjol ketimbang sang partner.

3. Drummer
Jika vokalis adalah wajah band dan gitaris adalah darahnya, maka drummer adalah bentuk fisik dari band tersebut. Drummer identik dengan sosok yang kuat, agresif dan keren. Drum juga merupakan instrumen yang memiliki suara paling keras dan menonjol di antara instrumen lain, tak heran jika permainan seorang drummer sering menjadi pusat perhatian penonton.

4. Bassist
Meski bersaudara dengan gitar, nyatanya menjadi bassis adalah peran yang cenderung tidak populer dibanding yang lain. Salah satu alasan adalah karena bass bukan instrumen yang menonjol meski sebenarnya berperan besar menjaga energi dari musik itu sendiri. Kemungkinan lain karena dimainkan dengan tab, seorang bassis biasanya lebih kalem saat perform.

5. Keyboardist
Memang sudah jarang band yang memiliki pemain keyboard, piano, turntable, sampler dan lainnya di dalam band. Saat ini, kalau pun ada unsur instrumen tersebut di dalam musik sebuah band, biasanya dimainkan oleh seorang additional atau support player saja. Padahal kalau ada, popularitas seorang keyboardis bisa menyaingi gitaris sekalipun.

Apakah pasti demikian? Tentu tidak, karena ukuran tersebut lebih merujuk kepada yang umum. Nah, lantas hal apa saja hal-hal khusus yang bisa membuat tulisan di atas jadi tidak berlaku? Ini jawabannya.

1. Skill Personel
Ini mungkin cara paling fair untuk meraih popularitas dalam dunia musik atau mungkin mengalahkan popularitas partner musikmu. Jadi, belum tentu posisi bassis akan selalu terpojokan. Contoh terbaik: Flea (Bassis dari RHCP), Slash (ex Gitaris dari Guns n Roses), Sandy (Drummer dari Pass Band).

2. Peran Personel
Jika personel tersebut memiliki peran sebagai frontman atau pemimpin band, maka ia bisa menjadi lebih populer. Terlebih jika ia adalah sosok yang vokal atau jubir bagi band. Contoh: Mike Shinoda (MC dari Linkin Park), Kirk Hammet (Gitaris dari Metallica), Bim Bim (Drummer dari Slank).

3. Karakter Personel
Karakter sang personel juga berpengaruh. Misalkan ia tampan, unik atau terkenal di khalayak ramai atau juga karena ekspos atas kehidupan pribadinya. Contoh: Sid Vicious (bassis Sex Pistols), Wes Borland (Gitaris dari Limp Bizkit), Chris Cornell (Vokalis dari SoulFly), Ayu Ting-Ting (Vokalis...).

Bagaimana menurut kamu?